Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2009

foto_desmy2Usai membongkar surat rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kepad KPU Pusat mengenai desakan pengusutan rekrutmen tujuh KPU kab/kota se-Lampung, sekaligus pencopotan Ketua KPU Lampung Edwin Hanibal, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Lampung Desmy Jayasinga mengaku banyak mendapat teror. Apa saja bentuknya? Bagaimana Desmy – sapaan akrabnya menghadapi teror itu?

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

PALAS Camat Palas Johansyah merasa khawatir menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 yang diakuinya cukup berat. Dia memprediksi bakal ada suara tidak sah sebesar 10% dari total 38 ribu suara di daerah itu karena kurang sosialisasi teknis pemilihan.

Hal itu dikatakan Johansyah saat rapat koordinasi (rakor) Panwaslu Kabupaten Lampung Selatan dengan Panwascam Palas, Sragi, dan Ketapang, di kantornya, Jumat (6-3). Menurut Johansyah, sosialisasi tentang teknis pemilihan dicoblos atau diconteng hingga kini masih simpang-siur.
(lebih…)

Read Full Post »

JAKARTA: Sejumlah perusahaan percetakan surat suara Pemilu 2009 mengajukan permintaan perpanjangan waktu. Pasalnya, mereka tidak sanggup mematuhi tenggat dengan alasan penyerahan validasi surat suara dari KPU terlambat.

Perusahaan itu antara lain PT Pura Barutama, PT Ganeca Exact, PT Sumex Intermedia, dan PT Temprina Media Grafika. Konsorsium PT Sumex Intermedia adalah pencetak surat suara untuk Sumatera bagian selatan, termasuk Lampung. Ada juga yang meminta pengalihan PT Sinar Agape Press dengan alasan percepatan percetakan.

Pemimpin Proyek PT Temprina Media Grafika Nurman Hidayat mengatakan pihaknya meminta perpanjangan masa percetakan dan distribusi karena pihak KPU terlambat menyerahkan validasi surat suara. “Kami menerima sebagian validasi baru tanggal 6 Februari dan sebagian lagi 14 Februari. Kami minta perpanjangan lima hari (14 Maret),” kata dia, Jumat (6-3). (lebih…)

Read Full Post »

4a7062f9cae52982602fd45f95b0c2dbKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan kinerjanya. Seorang anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Abdul Hadi Jamal dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ditangkap, Senin (2/3) sekitar pukul 22.00. Dia ditangkap bersama barang bukti uang sekitar US$ 90 ribu dan Rp 54 juta.

Penangkapan Abdul terkait kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga di Indonesia Bagian Timur. Selain menangkap Abdul yang juga Wakil Ketua DPP PAN itu, KPK juga menangkap seorang pejabat Departemen Perhubungan, Darmawati Dareho dan Komisaris PT Kurnia Jaya Wira Bakti berinisial SBY.

(lebih…)

Read Full Post »