
pelantikan gubernur lampung
BANDAR LAMPUNG — Menteri Dalam Negeri Mardiyanto meminta masyarakat Lampung mendukung Sjachroedin Z.P.-M.S. Joko Umar Said (Oedin-Joko) dalam pelaksanaan pembangunan daerah. “Hendaknya masyarakat mendukung gubernur dan wakil gubernur untuk mewujudkan pembangunan. Gubernur dan wakil gubernur adalah milik seluruh masyarakat Lampung,” kata Mendagri Mardiyanto dalam rapat paripurna istimewa pelantikan Sjachroedin Z.P.-M.S. Joko Umar Said sebagai gubernur dan wakil gubernur Lampung periode 2009–2014 di Gedung DPRD Lampung, Selasa (2-6). Mardiyanto juga meminta Oedin-Joko segera melakukan rekonsiliasi untuk terciptanya Lampung yang kondusif. “Kita lakukan rekonsiliasi. Tinggalkan perbedaan dengan merangkul yang berlainan,” kata Mardiyanto. Menurut Mendagri, permasalahan Lampung yang muncul menjadi pelajaran untuk menyelesaikan sengketa pilkada. Sistem pilkada itu, menurut Mardiyanto, akan dievaluasi. “Terpilihnya Sjachroedin dan Joko merupakan kepercayaan masyarakat untuk memimpin Lampung lima tahun mendatang. Sebab itu, perlu langkah konsolidasi dan rekonsiliasi sebagai mandat membangun dan pelayanan masyarakat,” kata mantan Gubernur Jawa Tengah itu. Dalam pelantikan yang dihadiri 60 dari 65 anggota DPRD Lampung itu Mardiyanto menegaskan pengesahan dan pengangkatan Oedin-Joko berdasar pada Surat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 42/P/Tahun 2009, tanggal 29 Mei 2009. Mendagri menegaskan keppres tersebut dikeluarkan berdasar pada Keputusan Mahkamah Agung yang memenangkan pasangan Oedin-Joko dalam gugatan sengketa hasil pilkada yang diajukan enam pasangan cagub-cawagub. Keputusan tersebut juga berlandaskan fatwa MA, menjawab pertanyaan Wakil Ketua DPRD Lampung Nurhasanah pada 12 Mei 2009. Rapat paripurna istimewa yang dipimpin Ketua DPRD Lampung Indra Karyadi itu dimulai pukul 09.15. Sebelum rapat dibuka, Mendagri masuk ruangan diiringi Gubernur Lampung demisioner Syamsurya Ryacudu, Gubernur Lampung terpilih Sjachroedin Z.P., Wagub Lampung terpilih M.S. Joko Umar Said, Ketua DPRD Lampung Indra Karyadi, tiga Wakil Ketua DPRD Lampung masing-masing Nurhasanah, Ismet Romas, dan Gufron Azis Fuadi. Anggota Dewan yang tidak hadir, yaitu M.D. Claudius (PDI-P) dan Cherwani (Demokrat) karena keduanya sakit. Sedangkan Ismet Jayanegara (Golkar), Riza Mirhadi (Golkar), dan Munanzir (PKB) tidak ada keterangan. Pelantikan juga dihadiri 39 purnawirawan jenderal dan ribuan undangan baik yang di dalam maupun di halaman Gedung DPRD. Mereka, antara lain para pejabat Pemprov, 14 bupati/wakil kota se-Lampung, camat, kepala desa, para tokoh, dan masyarakat umum. Setelah Ketua DPRD Lampung Indra Karyadi membuka rapat, Sekretaris DPRD Lampung Mahyuddin membacakan Keppres Nomor 42/P/Tahun 2009. Keppres tersebut memuat tiga poin. Pertama, mengesahkan pemberhentian Syamsurya Ryacudu dalam sisa masa jabatan gubernur Lampung tahun 2004–2009. Poin kedua, terhitung sejak tanggal pelantikan, mengesahkan dan mengangkat Sjachroedin Z.P. sebagai gubernur Lampung masa jabatan 2009–2014 dan M.S. Joko Umar Said sebagai wakil gubernur Lampung masa jabatan tahun 2009–2014. Poin ketiga menyebutkan keppres tersebut berlaku pada tanggal ditetapkan. Sempat Diulang Saat membacakan sumpah jabatan yang dipandu Mendagri, Sjachroedin dan Joko sempat mengulang dua kali. Pengulangan dilakukan karena baik Sjachroedin maupun Joko agak tersendat dalam mengucapkan sumpah jabatan. “Dan menjalankan segala undang-undang dan segala peraturannya,” ucap Mardiyanto. Namun, saat baru mengucapkan, “Dan menjalankan undang-undang,” Sjachroedin dan Joko tampak lupa untuk mengucapkan kalimat selanjutnya. Namun, setelah diulang pembacaan sumpah jabatan itu selesai pukul 09.43. Setelah pengucapan sumpah jabatan selesai, dilanjutkan dengan penandatanganan berita berita acara serah terima jabatan dan penyerahan memori jabatan. Syamsurya dan Sjachroedin saling berjabat tangan usai penyerahan memori jabatan. Usai pelantikan Oedin-Joko menuju kantor gubernur di Balai Keratun yang bersebelahan dengan Gedung DPRD. Selanjutnya, Oedin-Joko bergerak ke rumah dinas, Mahan Agung, di Jalan Gatot Subroto dengan menggunakan kereta kencana yang ditarik Toyota Hardtop. Di Mahan Agung, Oedin-Joko bertemu dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDI-P Pramono Anung. Kepada Sjachroedin dan Joko, Megawati berpesan agar mengayomi seluruh masyarakat Lampung. “Saya percaya Gubernur Lampung akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya,” kata Mega. Di lain pihak, Megawati juga mengkritik kinerja KPU Lampung yang cenderung berpihak kepada pasangan calon yang justru bukan pemenag pilkada. Malam harinya, Sjachroedin bertemu dengan para pendukungnya, sementara di Lapangan Korpri digelar pesta rakyat.
Kronologi Pelantikan Gubernur Lampung =====================================
08.15 Mendagri Mardiyanto dan rombongan tiba di Bandara Radin Inten II dengan pesawat carter. Dijemput Sekprov Lampung Irham Jafar Lan Putra 09.00 Gubernur terpilih Sjachroedin Z.P.-M.S. Joko Umar Said tiba di Gedung DPRD Lampung 09.10 Mendagri tiba di Gedung DPRD Lampung dan langsung menuju ruang VIP. Dalam ruang itu sudah menunggu pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih. 09.15 Mendagri diiringi Gubernur Lampung Syamsurya Ryacudu, Ketua DPRD Lampung Indra Karyadi, Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Sjachroedin Z.P.-M.S. Joko Umar Said, dan tiga wakil ketua DPRD Lampung memasuki ruang rapat paripurna 09.20 Rapat paripurna dibuka Ketua DPRD Lampung Indra Karyadi 09.23 Sekretaris DPRD Lampung Mahyuddin membacakan Keppres Nomor 42/P/Tahun 2009 09.37 Pengambilan sumpah jabatan dipandu Mendagri Mardiyanto 09.40 Sjachroedin-Joko mengulang pembacaan sumpah yang salah diucapkan 09.43 Mendagri membacakan kata-kata pelantikan 09.46 Penandatanganan berita acara pelantikan 09.50 Mendagri menyampaikan sambutan 10.10 Paripurna pelantikan selesai














