Bandar Lampung:.. Banyak calon anggota legislatif (caleg) yang mengundurkan diri karena diterima menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Jika sebelumnya empat caleg DPRD Lampung mundur karena diterima menjadi PNS, kali ini tiga caleg DPRD Lampung Timur yang mundur dengan alasan sama. Tiga caleg tersebut adalah Dian Jani Prasinta, Yasini Setiawati, dan Tiwuk Mariana. Dian tercatat sebagai caleg dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) nomor urut tiga daerah pemilihan (DP) 5. Sedangkan Yasini dan Tiwuk sama-sama mencalonkan diri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masing-masing di DP 1 dan 6. Kepala Bagian Program dan Teknis Penyelenggara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Yusdirizal di ruang kerjanya, Kamis (15-1), mengatakan pihaknya telah mendapat surat tembusan dari KPU Lamtim yang isinya memberitahukan pengunduran diri tiga caleg itu. Surat bernomor 270/08/KPU/LAM-TIM/2009, tertanggal 9 Januari, tersebut ditandatangani Ketua KPU Lamtim Rasyid Baihaki. “Kami sudah terima surat tembusan dari KPU Lamtim mengenai pengunduran diri tiga calon anggota DPRD Lamtim. Tiga caleg itu mundur karena diterima jadi PNS berdasarkan pengumuman 8 Desember 2008,” ujar Yusdirizal. Mundurnya tiga calon anggota DPRD Lamtim itu menyusul lima calon anggota DPRD Lampung sebelumnya, yaitu Ikhsan Taufiq, S.I.Kom dan Irma Novita, S.IP dari PKS; Sri Chomsah Akpeniyati, S.E dan Amma Maulina, S.I.Kom dari Partai Bintang Reformasi (PBR), serta Yuni Maya Mutia dari Partai Amanat Nasional (PAN). Terkait pengunduran diri beberapa caleg itu, KPU Lampung belum dapat memastikan status caleg dalam daftar calon tetap (DCT). Pasalnya, permohonan pengunduran diri beberapa caleg tersebut disampaikan setelah batas akhir perubahan DCT 17 Desember 2008 oleh KPU Lampung. “Kami berharap ada ketegasan dari KPU Pusat, apakah nama caleg yang mengundurkan diri ini dicoret atau tetap ada dalam DCT yang akan dicetak dalam surat suara. Kalaupun tetap ada, bagaimana dengan suaranya, sah atau tidak,” jelas Edwin. Menurut Edwin, penegasan itu perlu sehingga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tidak bingung menentukan sah atau tidak sahnya surat suara. “Kalau ternyata ada pemilih yang memilih caleg yang sudah mengundurkan diri suaranya sah atau tidak itu harus jelas, supaya KPPS tidak bingung,” tandas dia. Edwin mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan KPU Pusat untuk memastikan status caleg yang mengundurkan diri tersebut. “Kami masih akan konsultasikan ini, bertepatan dengan penandatanganan DCT sebelum pencetakan surat suara,” ujar diaSementara itu, dua caleg DPRD Tanggamus juga mundur karena diterima menjadi PNS. Keduanya adalah caleg dari PKS, yaitu Kholiah dan Mega Wardhani. Hal tersebut diungkapkan Ketua KPU Tanggamus Herfan Zaili, kemarin. Menurut Herfan, surat pengunduran diri dari kedua caleg dan partai politik pengusung telah disampaikan ke KPU Tanggamus. Sumber
CALEG Ramai-Ramai Mundur
Januari 15, 2009 oleh pakarpangan
Ditulis dalam Berita Lampung | Bertanda dprd Lampung, Hanura | 1 Komentar
Satu Tanggapan
Tinggalkan Balasan
Pakar Online
clik dibawah ini
Pengunjung
Pilih Berita
-
Tulisan Terakhir
Berita Terkini
-
KOMENTAR
ira di Cumi Mirip Manusia pupuk-ajaib di Pupuk Bersumsidi Langka mukri di Persyaratan Calon Legesla… novie di Caleg Jual-Beli Suara di … goncecs di Ketua Panwaslu Lampung di… Richard di Kemanakah Aspirasi Rakyat… syaiful di Ketua Panwaslu Lampung di… Download askep di Nyimpan Data dapat Duit ANDRIANTO di Ketua Panwaslu Lampung di… redaksi di CALEG Ramai-Ramai Mundur POLLING
HALAMAN
KALENDER
Arsip
pakar oke
bisnis















BANYAK PARTAI BIKIN BINGUNG
Sudah menjadi pedoman hatiku, bahwa dalam pemilihan umum 2009 kita harus menentukan pilihan secara bijaksana. Tapi semua partai peserta pemilu, tiada kupandang tinggi, semua sama tak sapun mendapat keistimewaan.
Karena bingung, aku membuat suatu undian. Di atas sekelumit kertas kutulis nama-nama partai. Akhirnya kertas itu kugulung sama serta kumasukkan dalam sebuah kotak kosong, yang kemudian kugoncang-goncangkan.
Dengan mata terpejam kuambil sebuah diantara gulungan-gulungan kertas itu. Ketika gulungan itu sudah kukembangakan, kubuka mataku secara perlahan-lahan. Jantungku turut berdebar keras, Ketika salah seorang di antaranya memperoleh kemenangan.
Ketahuailah… bahwa yang berhasil memperoleh kemenangan adalah……………………………
inilah gambaran bimbang masyarakat, apa yang dijanjikan partai politik tak jua mencapai biduk kebahagiaan.
sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/